KafeBerita.com, Blitar – Sepekan menjelang Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin dan Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba terlihat menjalankan agenda berbeda.
Mas Ibin tetap bergerak dalam agenda pemerintahan. Mulai dari turun memantau pembangunan berbasis masyarakat melalui program Karya Mas, membawa kepentingan UMKM ke Kementerian UMKM, hingga memberikan penguatan kepada ASN agar pelayanan masyarakat tidak mengendur.
Sementara Elim tengah menjalani tahapan pencalonan Ketua Umum KONI Kota Blitar. Elim resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI pada 16 September 2026 bersama Ratih Dewi Indarti.
Kontras aktivitas tersebut terlihat beberapa hari menjelang Musorkotlub yang dijadwalkan berlangsung 22 September 2026.
Pada Senin (21/9/2026), Mas Ibin memimpin apel ASN di Kantor Wali Kota Blitar. Ia memberikan apresiasi kepada aparatur setelah indeks profesionalisme ASN Kota Blitar menempati peringkat keenam nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada ASN karena IP, Indeks Profesionalisme kita ini ranking 6 nasional. Saya kira saya merasa bangga, ASN kita, teman-teman kita bekerja secara profesional, bagus ya, sehingga dapat peringkat 6,” kata Mas Ibin.
Apresiasi itu sekaligus disertai pesan agar ASN tidak mengendurkan pelayanan kepada masyarakat. Mas Ibin menyinggung tuntutan pelayanan yang semakin luas, termasuk adanya layanan yang berjalan 24 jam.
Ia meminta pembagian tugas dilakukan secara profesional agar tambahan layanan tidak otomatis membuat jam kerja ASN bertambah.
“Jadi jangan sampai karena layanan kita menjadi 24 jam, bertambah, kemudian teman-teman juga apa namanya… jam kerjanya juga ditambah. Saya juga merasa tidak… tidak okelah kalau sampai apa, menambah jam kerja teman-teman. Sementara gaji dipotong tapi jam ditambah, itu juga enggak oke. Maka dari itu saya tekankan ya untuk tugas-tugas teman-teman tetap sesuai dengan apa… jam kerja yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Mas Ibin juga membedakan tanggung jawab ASN biasa dengan pejabat. Kepala OPD diminta memberikan contoh dalam menjalankan tugas karena memiliki tanggung jawab lebih besar dalam pelayanan pemerintahan.
Aktivitas pelayanan tersebut berjalan beriringan dengan agenda penguatan ekonomi masyarakat. Pada 16 September 2026, Pemkot Blitar melalui Mas Ibin beraudiensi dengan Kementerian UMKM di Jakarta untuk membahas penguatan sekitar 18 ribu pelaku UMKM.

Pembahasan mencakup akses permodalan, peningkatan kapasitas, perluasan pasar, fasilitas usaha, hingga peluang agar produk UMKM Blitar dapat menembus pasar di luar daerah.
Dalam wawancara usai apel, Mas Ibin kembali menjelaskan tujuan audiensi tersebut.
“Jadi di dalam kita ramaikan, di luar juga kita galang pasarnya. Jadi kita berusaha yang memfasilitasi UMKM kita dengan baik agar UMKM kita itu semakin banyak, juga menjadikan lapangan pekerjaan bagi warga Kota Blitar, sekaligus juga semakin bertumbuh, naik kelas,” katanya.
Pemkot juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk pelatihan, Rumah UMKM, Rumah Kemasan, standardisasi dan sertifikasi produk, hingga promosi ke pasar luar negeri.
Di lapangan, Mas Ibin juga masih menyempatkan diri memantau program Karya Mas. Pada Sabtu (19/9/2026), ia turun langsung ke Jalan Kopi, Kelurahan Rembang, untuk melihat pengerjaan saluran irigasi sepanjang sekitar 41 meter. Bahkan, Mas Ibin ikut bekerja bersama warga di lokasi.
Agenda tersebut melanjutkan pola kerja Mas Ibin yang menggunakan Karya Mas sebagai pembangunan berbasis aspirasi masyarakat.
Di sisi lain, aktivitas Elim dalam periode yang sama lebih banyak berada dalam agenda organisasi olahraga. Setelah sebelumnya tampil dalam aksi insan olahraga pada 7 September sebagai Plt Ketua Umum KONI, Elim kemudian masuk dalam tahapan kontestasi Ketua KONI.
Pada 16 September, Elim menyerahkan berkas pendaftaran kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kota Blitar. Pada hari yang sama, Ratih Dewi Indarti juga mendaftarkan diri sehingga terdapat dua bakal calon dalam proses pemilihan tersebut.
Dengan demikian, menjelang Musorkotlub, dua pucuk pimpinan Kota Blitar tersebut menjalankan agenda yang berbeda. Mas Ibin berkutat dengan tugas pemerintahan, pelayanan ASN, penguatan UMKM, dan pembangunan berbasis masyarakat. Elim mengikuti proses organisasi menuju pemilihan Ketua KONI Kota Blitar.
Musorkotlub menjadi titik pertemuan dua agenda tersebut. Forum yang dijadwalkan berlangsung 22 September 2026 itu akan menentukan arah kepemimpinan KONI Kota Blitar berikutnya.
Pada akhirnya, dinamika menjelang Musorkotlub menunjukkan bagaimana dua pejabat yang berada dalam satu kepemimpinan daerah menjalankan peran berbeda pada momentum yang sama. Mas Ibin melanjutkan agenda pemerintahan, sementara Elim mengikuti kontestasi organisasi olahraga yang juga menjadi bagian dari perjalanan politik dan kelembagaan olahraga Kota Blitar.













