KafeBerita.com, Blitar – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa melalui Musyawarah Ranting (Musran). Kali ini, Musran digelar di Kecamatan Bakung, Minggu (12/7/2026), dengan menekankan peran pengurus ranting sebagai garda terdepan dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjembatani kebutuhan warga kepada legislatif maupun pemerintah daerah.
Musran yang berlangsung di Pendopo Desa Kedungbanteng itu diikuti seluruh pengurus ranting se-Kecamatan Bakung. Dalam forum tersebut, kepengurusan ranting di 11 desa resmi terbentuk dan dilantik sebagai bagian dari konsolidasi organisasi lima tahunan PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.
Wakil Ketua Bidang Keanggotaan, Organisasi, dan Sumber Daya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto mengatakan Musran merupakan tahapan penting untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.
“Hari ini diselenggarakan Musyawarah Ranting se-Kecamatan Bakung. Alhamdulillah berjalan lancar, kepengurusan ranting di seluruh desa sudah terbentuk dan dilantik. Selanjutnya, masing-masing ranting akan menyiapkan pembentukan anak ranting di setiap dusun sehingga konsolidasi organisasi benar-benar menjangkau masyarakat sampai tingkat paling bawah,” ujarnya.
Menurut Suwito, pembentukan ranting dan anak ranting bukan sekadar melengkapi struktur organisasi, tetapi bertujuan mendekatkan partai dengan masyarakat agar setiap persoalan warga dapat segera ditindaklanjuti.

Ia menjelaskan, pengurus ranting diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat dengan tiga pilar partai, yakni pengurus partai, fraksi di legislatif, dan kepala daerah dari PDI Perjuangan.
“Fungsi pengurus partai adalah menyerap aspirasi masyarakat, kemudian menyampaikan kepada petugas partai di legislatif maupun eksekutif. Dengan tiga pilar partai ini, berbagai keluhan dan kebutuhan masyarakat akan lebih mudah dicarikan solusi,” jelasnya.
Suwito menegaskan pengurus baru tidak perlu ragu untuk aktif turun ke masyarakat karena seluruh struktur partai akan saling mendukung dalam menjalankan tugas organisasi.
“Jangan takut dan jangan ragu. Pengurus partai, legislatif, dan eksekutif merupakan satu kesatuan. Karena itu pengurus harus berani hadir di tengah masyarakat, mendengarkan persoalan mereka, kemudian menghubungkan dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bakung Budiono mengatakan seluruh kepengurusan ranting di 11 desa telah terbentuk melalui proses penjaringan yang dimulai dari Musyawarah Anak Ranting di masing-masing desa.
“Alhamdulillah seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara ranting hadir dan sudah dilantik. Sebelumnya kami melakukan penjaringan melalui Musyawarah Anak Ranting, sehingga calon-calon pengurus benar-benar berasal dari proses di bawah,” ujarnya.
Budiono mengungkapkan, setelah Musran selesai, PAC Bakung langsung mempersiapkan pembentukan kepengurusan anak ranting di setiap dusun. Bahkan proses penjaringan telah dimulai meski instruksi resmi dari DPC belum diterbitkan.
“Kami sudah mulai menjaring calon pengurus anak ranting di setiap dusun. Setiap anak ranting nanti terdiri dari lima pengurus dengan tetap memenuhi keterwakilan perempuan dan kader muda. Alhamdulillah seluruh kuota tersebut sudah terpenuhi,” katanya.
Ia optimistis kepengurusan baru akan semakin memperkuat keberadaan PDI Perjuangan di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh pengurus diminta aktif turun ke lapangan, mendengarkan keluhan warga, serta membangun komunikasi yang baik dengan PAC agar setiap persoalan masyarakat dapat diperjuangkan bersama.
“Mari kita bekerja sama, terjun langsung ke masyarakat dan membantu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Dengan cara itu masyarakat akan semakin merasakan kehadiran PDI Perjuangan dan kepercayaan kepada partai akan terus meningkat,” pesan Budiono yang juga anggota DPRD Kabupaten Blitar.

Budiono menambahkan bahwa di Kecamatan Bakung ada 11 desa dan semuanya PDI Perjuangan memiliki ranting. Komposisi pengurus ranting dari seluruh desa itu pun juga telah memenuhi kriteria yang ditetapkan DPC yaitu 30 persen pengurus perempuan dan 30 persen pengurus milenial. Dengan bergabungnya pemuda dalam pengurusan ranting ini dia optimis semakin meningkatkan suara PDI Perjuangan di Kecamatan Bakung yang selama ini menjadi kandang banteng.
“Sejak 2019 alhamdulillah menang nomor satu PDI Perjuangan di Kecamatan Bakung itu perolehan sekitar 6.000 suara. di tahun 2024, ada peningkatan jadi 7.000 suara. Nah di tahun 2029 nanti target kita di Kecamatan Bakung minimal itu 9.000 suara. Karena saat ini banyak anak-anak muda bergabung, sehingga kedepan optimis meninggat pesat dibanding sebelumnya yang kader muda belum ada banyak,” harapnya.
Adapun Musran Kecamatan Bakung itu pengurus ranting 2026-2031 diambil sumpahnya oleh Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Taufich dan disaksikan oleh Bendahara DPC Basori, Wakil Bendahara Diyah Rahayu Catur Setyarini, Wasekbid Internal Andry Suprapto, Wakabid Kehormatan Partai Gatot Darwoto, Wakabid Keanggotaan Organisasi dan Sumber Daya Suwito, Wakabid Industri Perdagangan BUMN Investasi Koperasi dan UMKM Endik Susilo, Wakabid Keagamaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Lina Ardian Tri Yuniati, Wakabid Hukum dan Advokasi Nanang Widi Wahyono.












