KafeBerita.com, Blitar – PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menghadapi tantangan politik yang berbeda di setiap wilayah. Kecamatan Talun menjadi salah satu kawasan yang dinilai memiliki medan politik cukup berat sehingga membutuhkan konsolidasi dan kerja politik yang lebih kuat.
Hal itu disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono saat menghadiri Musyawarah Ranting (Musran) Kecamatan Talun di Balai Desa Kelurahan Kaweron, Sabtu (15/8/2026).
Guntur mengatakan pengurus baru harus mampu menjadi teladan sekaligus hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, kerja politik tidak cukup dilakukan melalui struktur partai, tetapi harus diwujudkan dengan membantu masyarakat dan membangun komunikasi secara langsung.
“Harapan kita para pengurus itu hendaknya mampu menjadi suri teladan, menjadi contoh di masyarakat. Keaktifan, kerja politik ke masyarakat, saling gotong royong, membantu masyarakat yang membutuhkan, karena mereka adalah tokoh,” kata Guntur.

Ia menilai sikap, perilaku, dan tutur kata kader akan menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, seluruh pengurus PDI Perjuangan harus menjaga sikap agar mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap partai.
“Kalau orang-orang suka dengan perilaku, tutur kata, sikap daripada kader-kader partai PDI Perjuangan, terutama struktural, insyaallah harapan kita masyarakat itu dengan ikhlas hati akan memberikan dukungan kepada PDI Perjuangan,” ujarnya.
Guntur juga menekankan pentingnya soliditas seluruh struktur partai di Talun. Kecamatan tersebut memiliki 14 ranting dengan basis masyarakat yang dinilai cukup kuat untuk menjadi modal politik menghadapi Pemilu 2029.

Menurutnya, komunikasi politik dan kerja nyata kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten. Jika seluruh struktur mampu bergerak bersama, target mendapatkan dua kursi DPRD Kabupaten Blitar dari Talun dinilai dapat diperjuangkan.
“Kuncinya solid. Kalau tidak solid, mereka bercerai-berai, saling bermusuhan, nah itu sulit. Maka kuncinya harus bersatu, harus kompak,” tegasnya.
Target tersebut menjadi bagian dari target lebih besar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Guntur berharap setiap kecamatan mampu menyumbangkan minimal satu kursi sehingga partai dapat mengejar 22 kursi dari total 50 kursi DPRD Kabupaten Blitar pada Pemilu 2029.

Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Talun Andri Mizan Asrori mengakui wilayahnya memiliki tantangan politik yang cukup berat. Ia menyebut Talun sebagai medan juang yang ekstrem karena terdapat figur politik kuat yang pernah menjadi Ketua DPC, Ketua DPRD, dan Wakil Bupati Blitar.
Figur tersebut kini berada di partai politik berbeda dan menjadi kompetitor yang harus diperhitungkan. Kondisi itu membuat PAC Talun menyiapkan strategi baru dengan menggandeng lebih banyak kader milenial dan perempuan.
“Ini merupakan suatu tantangan tersendiri bagi kita. Karena dulu beliau sempat memegang tongkat komando PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar. Tentunya ini menjadi PR bagi kita semua,” kata Andri.
Musran Talun menjadi Musran ke-20 dari total 22 kecamatan di Kabupaten Blitar. Setelah Talun, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar melanjutkan Musran ke dua kecamatan, yakni Srengat dan Garum, untuk menuntaskan konsolidasi organisasi sampai di tingkat desa kelurahan atau ranting.













