KafeBerita.com, Blitar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar terus mempercepat konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Ranting (Musran). Memasuki Musran ke-13 yang digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, Sabtu (25/7/2026), DPC memastikan proses pembentukan kepengurusan ranting segera memasuki tahap akhir sebelum dilanjutkan dengan pembekalan kader secara menyeluruh.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono mengatakan hingga saat ini sebanyak 13 dari 22 Pengurus Anak Cabang (PAC) atau kecamatan telah menuntaskan Musran. DPC menargetkan seluruh rangkaian konsolidasi selesai sebelum 17 Agustus 2026.
“Malam ini kita sudah mencapai 13 PAC dari 22 PAC yang menggelar Musyawarah Ranting se-Kabupaten Blitar. Sekali lagi Dewan Pimpinan Cabang menargetkan sebelum 17 Agustus ini seluruh Musran tuntas,” ujar Guntur Wahono.
Menurut Guntur, setelah kepengurusan ranting terbentuk dan memperoleh legalitas, langkah berikutnya ialah mempercepat pembentukan pengurus anak ranting di seluruh dusun dan lingkungan sebagai ujung tombak organisasi.

“Harapan kita, setelah ranting terbentuk, dikukuhkan, dan diberikan legalitas, maka kewajiban mereka adalah menyiapkan anak ranting di semua dusun, dukuh, dan lingkungan yang ada di Kabupaten Blitar,” katanya.
Ia menegaskan konsolidasi organisasi tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan. DPC telah menyiapkan program pembekalan bagi seluruh pengurus agar memahami tugas dan fungsi masing-masing secara utuh dalam berorganisasi.
“Nanti pada 2027 Dewan Pimpinan Cabang akan melakukan roadshow memberikan pembekalan kepada seluruh struktural. Jangan sampai ada pengurus partai yang tidak tahu tugasnya. Semua harus memahami tugas dan tanggung jawabnya sesuai bidang masing-masing,” tegas Guntur.
Menurutnya, semangat menjadi modal utama bagi setiap kader yang baru bergabung dalam struktur partai. Setelah itu, kemampuan berorganisasi harus terus dibangun melalui pendidikan politik dan pembekalan yang berkesinambungan.

“Pertama yang harus dimiliki adalah semangat dan kesiapan menjadi kader partai, khususnya sebagai pengurus. Setelah menjadi pengurus, mereka harus membangun kemampuan berorganisasi dengan baik di semua tingkatan,” ujarnya.
Guntur mengaku bangga melihat antusiasme kader di berbagai kecamatan selama pelaksanaan Musran. Ia menilai semakin banyak generasi muda yang bersedia mengambil peran dalam organisasi menjadi modal penting menghadapi Pemilu 2029.
“Saya bangga karena mereka memiliki spirit dan semangat luar biasa untuk bergabung di PDI Perjuangan. Banyak kader muda yang menyiapkan diri dan kita berikan ruang untuk mengembangkan ide-ide dalam membesarkan organisasi. Targetnya tentu meningkatkan perolehan suara agar seluruh agenda partai di Kabupaten Blitar dapat dimenangkan,” kata Guntur Wahono yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Wlingi Muharam Sulistiono yang akrab disapa Pak Kelik mengatakan regenerasi menjadi fokus utama dalam penyusunan kepengurusan ranting kali ini.

“Kita ingin menata partai ke depan menjadi lebih baik dan lebih bersemangat. Karena itu banyak kader muda yang kita rekrut menjadi pengurus. Hampir dua pertiga kepengurusan di Kecamatan Wlingi merupakan kader muda, sedangkan kader perempuan hampir mencapai 50 persen,” ujar Muharam Sulistiono yang akrab disapa Pak Kelik tersebut.
Menurutnya, pelibatan generasi muda merupakan kebutuhan organisasi untuk menjawab tantangan politik ke depan. “Ini tuntutan zaman. Kita harus melibatkan kader-kader muda untuk membakar semangat perjuangan PDI Perjuangan di Kecamatan Wlingi,” katanya.
Pak Kelik juga mengakui perolehan suara PDI Perjuangan di Kecamatan Wlingi mengalami penurunan cukup signifikan pada Pemilu 2024 dibandingkan 2019. Karena itu, kepengurusan baru ditargetkan mampu mengembalikan bahkan melampaui capaian sebelumnya.
“Hampir 5.000 suara kita turun. Target kami pada 2029 paling tidak kembali seperti tahun 2019, bahkan lebih baik lagi dengan bantuan keterlibatan anak muda gen z dan perempuan di kepengurusan,” tegas Muharam Sulistiono yang juga anggota DPRD Kabupaten Blitar.
Untuk menjaga soliditas organisasi, PAC Wlingi telah menyusun program kerja berjenjang, termasuk pertemuan rutin setiap dua bulan bersama seluruh pengurus ranting sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan organisasi menjelang Pemilu dan Pilkada 2029.

Pengukuhan pengurus ranting di sidang Musran Kecamatan Sanankulon ini dilakukan Wasekbid Program DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Aryo Nugroho yang mengambil sumpah, disaksikan langsung Ketua DPC Guntur Wahono bersama Wasekbid Internal Andry Suprapto, Wakabid Kehormatan Partai Gatot Darwoto, Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif Sugeng Suroso, Wakabid Perekonomian Kebudayaan dan Pendidikan Suratun Nasikhah, Wakabid Penanggulangan Bencana Kesehatan Perempuan dan Anak Sariati, Wakabid Industri Perdagangan BUMN Investasi Koperasi dan UMKM Endik Susilo, Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Argo Wahyu Jati Kusumo.
Musran di Kecamatan Wlingi menjadi pelaksanaan ke-13 dari rangkaian konsolidasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Sebelumnya, Musran telah digelar secara berurutan di Kecamatan Selorejo, Binangun, Bakung, Wates, Nglegok, Udanawu, Ponggok, Gandusari, Kanigoro, Sanankulon, Selopuro, dan Panggungrejo. Melalui konsolidasi tersebut, DPC menargetkan struktur organisasi hingga tingkat anak ranting semakin solid sebagai fondasi menghadapi agenda politik mendatang.












