Tiban Membahana di Jantung Blitar di Hari Jadi 702, Guntur Wahono Dorong Seni Tradisi Makin Berdaya

KafeBerita.com, Blitar – Suara cambuk berpadu sorak penonton membahana di Area Alun-Alun Kanigoro, Kabupaten Blitar, Sabtu (8/8/2026). Ratusan penggemar Seni Tradisi Tiban dari Blitar dan Tulungagung memadati lokasi pertunjukan. Para jawara dari kedua daerah bertemu di arena dengan membawa semangat kompetisi sekaligus persaudaraan sebagai persembahan momen Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702.

Pagelaran tersebut mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Pulung Agustanto, Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan Guntur Wahono, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi, serta Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Basori.

Selamat Hari Jadi Kabupaten Blitar Ke-702 DPC PDI Perjuangan

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono mengatakan, pagelaran Tiban bukan sekadar hiburan dalam rangkaian Hari Jadi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan masyarakat untuk melindungi serta merawat seni tradisi.

“Tentu ini juga bagian daripada upaya pemerintah daerah beserta masyarakat melindungi, melestarikan, dan merawat seni tradisi Tiban yang ada di Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, dan sekitarnya,” kata Guntur Wahono.

Bupati Blitar Rijanto Guntur Peralatan Tiban Hari Jadi Kabupaten Blitar Sabtu 8 Agustus 2026
Bupati Blitar Rijanto (topi putih) didampingi Guntur Wahono memberikan helm keamanan kepada pelaku Tiban sebagai bentuk dukungan pemerintah mendukung kesenian asli daerah.

Guntur bahkan mendorong agar pemerintah daerah terus memberikan ruang bagi Tiban dalam agenda kebudayaan. Ia berharap pagelaran tersebut kembali hadir pada rangkaian Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-703 tahun 2027.

“Dan mudah-mudahan Pak Pembina, ini untuk berikutnya masih tetap diizinkan ikut serta meramaikan dalam rangka rangkaian Hari Jadi Kabupaten Blitar yang ke-703 di tahun 2027,” ujar Guntur Wahono yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.

Menurut Guntur, keberlanjutan Tiban penting karena tradisi tersebut tidak hanya hidup di Blitar. Seni tersebut juga berkembang di Tulungagung, Trenggalek, Kediri, dan sejumlah daerah sekitarnya.

Pagelaran kali ini mempertemukan jawara Blitar dengan pelaku Tiban dari Tulungagung. Agenda tersebut berlanjut pada Minggu (9/8/2026) dengan mempertemukan jawara Blitar melawan pelaku Tiban dari Trenggalek dan Kediri.

Guntur menekankan bahwa pertarungan dalam Tiban tidak boleh dimaknai sebagai permusuhan. Arena menjadi tempat mengadu kemampuan, sedangkan hubungan persaudaraan tetap terjaga setelah pertunjukan.

“Komitmen yang kita bangun adalah beda gaya satu rasa, di atas kita tarung, adu skill, adu keahlian, tetapi di bawah kita adalah sahabat dan saudara,” tegasnya.

bupati blitar rijanto ikut pecut tiban alun alun kanigoro sabtu 8 agustus 2028
Bupati Blitar Rijanto turut menjajal pecut yang jadi senjata tradisional dalam seni tiban yang jadi tradisi meminta hujan digelar di Alun Alun Kanigoro, Sabtu (8/8/2026).

Bupati Blitar Rijanto turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan Tiban. Ia menyebut pagelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 sekaligus ruang untuk menjaga warisan budaya.

Bahkan di panggung tersebut Bupati Rijanto sempat ikut mencoba kemampuannya menggunakan senjata pecut yang digunakan jawara tiban dalam mengadu keahliannya. Dengan ikut beraksi di panggung itu bupati ingin menggelorakan tagline hari jadi kali ini yaitu Manggeh Raharjo Blitar Kuncoro, yang artinya Sejahtera masyarakatnya dan Blitar jadi terkenal melalui pertujukan Seni Tradisi Tiban ini.

“Ini adalah seni tradisional, seni budaya peninggalan nenek moyang kita. Siapa lagi yang merawat kalau bukan kita? Inilah tugas kita bersama-sama,” kata Rijanto.

Rijanto menambahkan dengan adanya pertunjukan besar digelar pemerintah daerah seperti saat itu juga menjadi tempat UMKM bisa berkembang untuk mengungkit perekonomian daerah.

Pagelaran Tiban di Kanigoro sendiri merupakan kali kedua digelar di lingkungan Pemkab Blitar. Dukungan lintas elemen diharapkan membuat tradisi tersebut terus memiliki ruang untuk berkembang dan dikenal generasi berikutnya.

Bagi Guntur, keberadaan ruang pertunjukan seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu. Tiban diharapkan tetap hidup sebagai seni budaya yang mampu mempertemukan masyarakat, sekaligus memperkuat persaudaraan antardaerah.

panggung tiban alun alun kanigoro sabtu 8 agustus 2026
Para jawara tiban berlaga di panggung yang disediakan di Alun Alun Kanigoro, Sabtu (8/8/2026), untuk memeriahkan momen Hari Jadi Kabupaten Blitar ke 702.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *