Bupati Rijanto: Melasti dan Ramadan Jadi Bukti Toleransi di Kabupaten Blitar

KafeBerita.com, Blitar — Bupati Blitar Rijanto menghadiri pelaksanaan upacara Melasti di Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates, Minggu (8/3/2026). Kehadiran kepala daerah dalam ritual penyucian umat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 itu menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap kehidupan beragama yang rukun di Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya, Rijanto menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang menjalankan rangkaian ibadah Nyepi yang diawali dengan upacara Melasti. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah tersebut membawa kedamaian dan kesucian bagi umat Hindu.

“Pertama-tama, atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar, saya menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang diawali dengan upacara Melasti. Semoga seluruh rangkaian ibadah yang dilaksanakan hari ini membawa kesucian lahir dan batin, kedamaian, serta keberkahan bagi seluruh umat Hindu,” kata Rijanto.

Menurutnya, upacara Melasti memiliki makna yang sangat luhur bagi kehidupan manusia. Ritual tersebut bukan sekadar tradisi, tetapi juga mengandung pesan spiritual tentang penyucian diri serta menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam semesta.

“Melasti adalah ritual penyucian diri dan alam semesta dengan cara menghanyutkan segala kotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan ke laut sebagai simbol sumber kehidupan. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan pengingat bahwa manusia harus senantiasa menjaga harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta,” ujarnya.

Rijanto menambahkan, pelaksanaan Melasti tahun ini memiliki makna khusus karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah bagi umat Islam. Menurutnya, momentum tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Kabupaten Blitar adalah daerah yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

“Tahun ini pelaksanaan Melasti bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah bagi umat Islam. Ini adalah gambaran nyata bahwa Kabupaten Blitar adalah daerah yang penuh toleransi, di mana perbedaan keyakinan justru memperkuat persaudaraan,” kata Rijanto.

Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Melasti maupun puasa Ramadan memiliki kesamaan, yaitu mengajarkan pengendalian diri, membersihkan hati dari kebencian, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Selain pesan spiritual dan toleransi, Rijanto juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pantai yang menjadi lokasi pelaksanaan ritual keagamaan tersebut.

“Lingkungan, termasuk laut ini, harus kita lindungi dan lestarikan bersama. Laut bukan hanya tempat pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sumber kehidupan, sumber ekonomi masyarakat pesisir, serta warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Melasti sebagai pengingat pentingnya menjaga kebersihan pantai dan ekosistem laut. Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sekaligus bentuk rasa syukur kepada Tuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Rijanto juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana mengingat saat ini masih berada dalam musim penghujan. Ia mengingatkan kemungkinan terjadinya banjir, tanah longsor, maupun gelombang tinggi, terutama di kawasan pesisir.

Melalui pelaksanaan Melasti di Pantai Jolosutro ini, Rijanto berharap masyarakat Kabupaten Blitar senantiasa diberkahi keselamatan, dijauhkan dari berbagai bencana, serta dapat hidup dalam suasana rukun dan damai di tengah keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *