KafeBerita.com, Blitar – Jawa Timur tidak ingin berhenti pada ketahanan pangan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan arah pembangunan pertanian kini didorong hingga mencapai kedaulatan pangan yang manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Khofifah saat berziarah ke Makam Bung Karno, Kota Blitar, Senin (5/10/2026), dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kedatangannya disambut langsung Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin.
Khofifah mengatakan ziarah ke Makam Bung Karno menjadi bagian dari tradisi rangkaian Hari Jadi Jawa Timur bersama ziarah ke makam para gubernur terdahulu. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat arah pembangunan Jawa Timur yang mengusung tema ‘Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan.’
Menurut Khofifah, keberlanjutan berarti setiap kemajuan harus terus dikembangkan agar manfaatnya menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kalau ada kemajuan di sektor tertentu, jangan berhenti di situ saja, tapi ada pengembangan, perluasan program yang harus terus kita dorong, kita tumbuh kembangkan, sehingga tingkat kedampakannya, kebermanfaatannya bisa dirasakan masyarakat lebih luas,” kata Khofifah.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pertanian. Khofifah menyebut Jawa Timur kini tidak hanya mengejar ketahanan pangan, tetapi sudah bergerak menuju kedaulatan pangan.
“Hari ini, salah satu yang menjadi kekuatan Jawa Timur, bukan hanya mewujudkan ketahanan pangan, kalau Jawa Timur sudah sampai kepada kedaulatan pangan,” ujarnya.
Komitmen itu dibarengi penguatan mekanisasi pertanian. Dalam rangkaian Hari Jadi Jawa Timur, Pemprov menyalurkan alat dan mesin pertanian, termasuk combine harvester untuk petani Kabupaten Blitar.
Khofifah menjelaskan teknologi tersebut dapat memangkas waktu panen secara drastis. Panen manual satu hektare membutuhkan sedikitnya tiga hari, sedangkan dengan combine harvester dapat diselesaikan sekitar satu jam.
Teknologi itu juga dinilai mampu menekan kehilangan hasil. Khofifah menyebut tingkat kehilangan saat panen manual mencapai 9 hingga 11 persen, sementara penggunaan combine harvester sekitar 1 hingga 2 persen.
“Sehingga produktivity petani itu akan lebih tinggi,” katanya.
Khofifah juga menyebut nilai tukar petani (NTP) Jawa Timur pada bulan ini menjadi yang tertinggi se-Jawa. Kondisi tersebut menurutnya diharapkan ikut mendorong kesejahteraan petani.
Mas Ibin menyambut semangat pembangunan tersebut. Ia menilai Jawa Timur memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, termasuk melalui sektor industri dan pertanian.
Menurutnya, semangat ‘Gerbang Baru Nusantara’ Jawa Timur perlu menjadi inspirasi bagi Kota Blitar untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan pertumbuhan daerah.
“Inspirasi Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara tentunya harus menular ke Kota Blitar yang merupakan salah satu daerah penting di Jawa Timur. Dan semangat ini tentunya kami sambut dan menjadi inspirasi kami untuk terus memacu produktivitas ekonomi, memacu produktivitas pertumbuhan,” ujar Mas Ibin.













