KafeBerita.com, Blitar – Pemerintah Kota Blitar mulai membuka ruang baru bagi kreativitas anak muda melalui penyelenggaraan Penganugerahan Festival Film Pendek Kota Blitar Tahun 2026 yang digelar Senin (25/5/2026) malam. Festival yang untuk pertama kalinya digelar tersebut disebut menjadi salah satu bukti Kota Blitar terus bergerak menuju kota masa depan berbasis kreativitas dan ekonomi kreatif.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, menyebut kehadiran festival film pendek menjadi langkah penting untuk menyiapkan ruang ekspresi generasi muda sekaligus mengangkat potensi seni budaya Kota Blitar.
“Kalau Kota Blitar sudah punya penganugerahan festival film pendek, berarti Kota Blitar betul-betul menuju kota masa depan,” ujar Mas Ibin dalam sambutannya.
Festival tersebut diikuti peserta dari kategori pelajar, masyarakat umum hingga Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Mas Ibin menilai karya film pendek membutuhkan kreativitas dan kecerdasan tinggi karena para peserta harus mampu menyampaikan pesan inspiratif dalam durasi yang terbatas.
“Membuat film pendek itu tidak mudah. Harus jenius, harus kreatif, harus punya ide yang kuat,” katanya.
Mas Ibin juga mengapresiasi Diskominfotik Kota Blitar, dewan juri, budayawan serta seluruh peserta yang telah terlibat dalam festival tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk membangun ruang kreatif baru bagi masyarakat Kota Blitar.
“Kami berharap festival film ini menjadi inspirasi sekaligus wadah baru ruang kreatif bagi masyarakat dan anak-anak muda Kota Blitar,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mas Ibin juga sempat menyinggung citra Kota Blitar yang selama ini dikenal “adem ayem”. Namun menurutnya, dinamika kreativitas yang kini mulai tumbuh justru menjadi pertanda positif bahwa Kota Blitar sedang bergerak maju.
“Kota Blitar belakangan dinamikanya luar biasa. Mudah-mudahan itu tanda ruang kreativitas semakin tumbuh dan Kota Blitar semakin kawentar,” katanya.
Ia bahkan meminta festival film pendek tidak berhenti hanya tahun ini, tetapi menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan dengan skala lebih besar hingga nasional.
“Kalau perlu nanti ada kategori versi netizen juga. Yang penting positif dan bisa mengangkat Kota Blitar,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Sementara itu, Kepala Diskominfotik Kota Blitar, Hakim Sisworo, menjelaskan antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut cukup tinggi. Total terdapat 36 karya film yang masuk dalam festival tahun ini.
“Dari kategori pelajar ada 12 karya, masyarakat umum 16 karya dan dari KIM kelurahan ada delapan karya film,” jelasnya.

Menurut Hakim, tema yang diangkat peserta sangat beragam, mulai pengelolaan sampah, pendidikan, teknologi hingga geliat ekonomi kreatif masyarakat Kota Blitar.
“Konten kreatif yang dibangun para peserta ini bisa memperkuat citra positif Kota Blitar,” katanya.
Dalam malam penganugerahan itu, panitia memberikan penghargaan juara satu, dua dan tiga di masing-masing kategori, termasuk penghargaan favorit, sutradara terbaik, pemeran terbaik, tata artistik terbaik hingga ide terbaik.
Total hadiah yang disiapkan dalam festival tersebut mencapai Rp39 juta ditambah piala dan hadiah dari sponsor.
Pemerintah Kota Blitar berharap festival film pendek dapat menjadi ruang lahirnya sineas muda lokal sekaligus sarana promosi daerah melalui karya kreatif yang mampu dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.







