KafeBerita.com, Blitar – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan Guntur Wahono menggelar sosialisasi nilai luhur Pancasila dengan mengundang para pegiat sosial dan organisasi masyarakat di Blitar pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat, pemerintah daerah, serta relawan sosial yang selama ini aktif membantu masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut hadir sekitar 14 hingga 15 kelompok pegiat sosial yang selama ini aktif melakukan kegiatan kemanusiaan seperti membantu korban bencana, menggalang dana sosial, hingga memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat.
Guntur Wahono mengapresiasi semangat para relawan yang menurutnya bekerja secara tulus tanpa mengharapkan imbalan. Ia menilai keberadaan para pegiat sosial tersebut memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, terutama di tengah keterbatasan dukungan fasilitas dari pemerintah.
“Di Blitar ternyata luar biasa banyak pegiat sosial. Mereka membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari bencana hingga kebutuhan darurat lainnya, tanpa ada dukungan dari pemerintah,” ujar Guntur.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap keberadaan para relawan tersebut. Sebagai wakil rakyat, dirinya merasa perlu mendengar langsung kebutuhan mereka agar dapat diperjuangkan melalui komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Semangat mereka luar biasa. Mereka bergerak tanpa pamrih. Ini yang harus kita dukung dan fasilitasi,” katanya.
Aspirasi Ambulans untuk Mendukung Aksi Kemanusiaan
Salah satu aspirasi yang muncul dari para pegiat sosial adalah kebutuhan ambulans untuk membantu layanan kemanusiaan di masyarakat. Menurut Guntur, selama ini para relawan sering kali kesulitan mendapatkan kendaraan ambulans ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan.
“Ketika masyarakat membutuhkan ambulans mereka harus mencari ke sana kemari, menghubungi berbagai pihak. Padahal kebutuhan seperti ini sangat mendesak,” jelasnya.
Ia menilai keberadaan ambulans akan sangat membantu kegiatan sosial yang selama ini dilakukan oleh para relawan. Karena itu pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari kemungkinan dukungan fasilitas tersebut.
“Kami akan melakukan komunikasi dengan kepala daerah agar kebutuhan yang mendesak seperti ini bisa difasilitasi,” ujarnya.
Guntur juga mengakui bahwa saat ini pemerintah sedang menghadapi kebijakan efisiensi anggaran sehingga tidak semua program dapat langsung direalisasikan. Namun menurutnya kebutuhan yang bersifat mendesak tetap perlu mendapatkan perhatian.
“Kita sadar sekarang ada efisiensi anggaran, tetapi kalau memang ini urgensi masyarakat maka harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” katanya.
Ia juga berencana menjadikan forum komunikasi dengan para pegiat sosial sebagai agenda pertemuan berkala. Dengan cara tersebut, wakil rakyat dapat terus memantau perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami ingin pertemuan seperti ini dilakukan secara periodik supaya kami tahu apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Guntur.

Pemerintah Apresiasi Ruang Dialog
Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Guntur Wahono tersebut. Ia menilai forum semacam ini penting untuk mempertemukan pemerintah dengan organisasi masyarakat yang selama ini aktif di lapangan.
“Kegiatan seperti ini membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan teman-teman ormas maupun pegiat sosial. Ini yang kami rindukan,” kata Suhendro.
Ia menambahkan bahwa berbagai aspirasi yang disampaikan para pegiat sosial merupakan gambaran nyata kondisi masyarakat di lapangan. Menurutnya, persoalan tersebut harus disikapi bersama dengan mencari solusi yang terbaik.
“Masalah itu bukan untuk dihindari, tetapi untuk dicarikan solusinya bersama-sama,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Kesbangpol Kabupaten Blitar, saat ini terdapat sekitar 159 organisasi masyarakat yang telah terdaftar secara resmi di wilayah tersebut. Angka tersebut menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat untuk berorganisasi dan berkontribusi dalam pembangunan sosial.
Suhendro berharap ke depan semakin banyak organisasi masyarakat yang dapat bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah.
“Ketika masyarakat dan pemerintah menyatu dalam semangat kebersamaan, maka Blitar akan semakin berdaya dan berjaya,” pungkasnya.












