KafeBerita.com, Blitar — Kota Blitar kembali mencatat prestasi nasional. Setelah berhasil menurunkan angka stunting dari 17,7 persen menjadi 11,4 persen, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menerima penghargaan langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025, Rabu (12/11/2025) di Jakarta. Kota Blitar bahkan masuk Top 5 Nasional sebagai daerah dengan capaian terbaik.
Pemerintah pusat juga memberikan Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp6,4 miliar sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kota Blitar melampaui target nasional.
Namun bagi Mas Ibin, penghargaan tersebut bukan akhir dari perjuangan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Blitar tetap memprioritaskan program stunting meskipun sudah memperoleh pengakuan nasional.
“Alhamdulillah, kita menerima apresiasi dari pemerintah pusat. Tapi bagi kami, pekerjaan ini belum selesai. Program stunting tetap harus jalan tanpa kendor,” ujar Mas Ibin, Senin (17/11/2025).
Capaian Besar, Tanggung Jawab Tetap Besar
Mas Ibin menekankan bahwa stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan isu masa depan generasi Kota Blitar. Ia ingin seluruh perangkat daerah terus memperkuat intervensi gizi, layanan kesehatan dasar, edukasi ibu hamil, hingga perbaikan sanitasi lingkungan.
“Stunting itu bukan hanya urusan kesehatan, tapi urusan masa depan anak-anak Blitar. Kita tidak boleh merasa cukup hanya karena dapat penghargaan,” tegasnya.
Dana insentif fiskal dari pemerintah pusat akan digunakan untuk memperkuat intervensi pada keluarga rentan, termasuk pendampingan balita, peningkatan layanan posyandu, hingga kebutuhan penunjang program lintas sektor.
Pemerintah Kota Perkuat Kolaborasi
Mas Ibin menegaskan bahwa keberhasilan Kota Blitar tidak terlepas dari kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, kelurahan, hingga berbagai organisasi masyarakat. Sinergi tersebut akan terus diperkuat agar tidak ada keluarga sasaran yang terlewat.
Ia memastikan program akan berjalan lebih tajam pada tahun 2026 dengan strategi pendampingan yang lebih efektif.
“Fokus kita tetap sama, memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh dengan sehat. Program ini harus terus berlanjut, dan kami pastikan arahnya semakin tajam,” tuturnya.
Pesan Wapres Gibran: Kunci Ada pada Kolaborasi
Dalam Rakornas, Wakil Presiden Gibran kembali menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak bisa dicapai tanpa kerja bersama antara pusat dan daerah.
“Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh daerah. Keberhasilan ini adalah kerja bersama,” ujar Wapres Gibran.
Kota Blitar menjadi salah satu dari 50 daerah di Indonesia yang menerima insentif fiskal berkat komitmennya menekan angka stunting di bawah rata-rata nasional.
Blitar Targetkan Laju Penurunan Stunting Berlanjut
Dengan capaian tahun ini, pemerintah menargetkan tren penurunan terus berlanjut pada 2026. Mas Ibin berharap keluarga di Kota Blitar semakin sadar pentingnya gizi dan pola asuh sejak dini.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat kerja sama dengan pemerintah agar upaya penurunan stunting menjadi gerakan bersama.
“Yang terpenting sekarang adalah memastikan keberlanjutan. Pemerintah bekerja keras, tapi masyarakat juga harus terlibat. Dengan bersama-sama, insyaallah angka stunting di Kota Blitar bisa terus ditekan,” pungkasnya.
Kota Blitar kini menempatkan diri sebagai daerah yang serius membangun generasi emas melalui strategi kesehatan yang terukur dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.












