KafeBerita.com, Blitar – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin terus membuka ruang dialog dengan masyarakat melalui forum Ngobras (Ngobrol Asyik dan Santai) bareng Mas Wali. Pada Sabtu (7/3/2026), kegiatan tersebut digelar di Cafe Litera Perpustakaan Daerah Kota Blitar dengan menghadirkan organisasi kepemudaan, tokoh pemuda, hingga influencer muda.
Dalam forum santai tersebut, Mas Ibin secara khusus mengajak para pemuda untuk terlibat aktif memberikan masukan terhadap arah pembangunan Kota Blitar. Ia menyebut pertemuan ini memang sengaja mengambil segmentasi anak muda karena pemerintah ingin mendengar langsung gagasan dari generasi muda.
“Kemarin kan ada yang nyeletuk pas waktu kita ngobrasnya satu tahun pemerintahan Kota Blitar itu teman-teman pemuda dong Pak Wali, okelah kita segmentasinya teman-teman pemuda,” ujarnya.
Mas Ibin menjelaskan, forum Ngobras selama ini menjadi salah satu cara pemerintah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di luar forum resmi. Melalui dialog santai tersebut, pemerintah berharap mendapatkan berbagai masukan yang bisa menjadi bahan evaluasi maupun perencanaan kebijakan ke depan.
“Harapannya dalam ngobras kali ini juga seperti yang biasa kita lakukan, kita sering kali ngobrol bersama masyarakat harapannya mendapatkan masukan, mendapatkan saran tentang pemerintahan ke depan,” kata Mas Ibin.
Ia menilai peran generasi muda sangat penting dalam pembangunan daerah, terutama dalam penguatan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan mental dan kapasitas generasi muda akan menjadi faktor penting dalam kemajuan kota di masa depan.
“Lokomotif pembangunan atau hal yang terpenting dalam pembangunan adalah pembangunan mental atau pembangunan kemampuan sumber daya manusia terutama di anak-anak muda,” ujarnya.
Ruang Kreatif Anak Muda Akan Diperbanyak
Dalam dialog tersebut, Mas Ibin juga mengakui bahwa selama satu tahun masa pemerintahannya, ruang kreatif untuk anak muda di Kota Blitar masih belum optimal. Karena itu pemerintah berencana memperbanyak fasilitas yang bisa menjadi wadah kreativitas generasi muda.
Salah satu langkah yang mulai dilakukan adalah menjadikan kawasan perpustakaan daerah Kota Blitar sebagai ruang kreatif bagi anak muda seperti halnya di Cafe Litera di selenggarakan Ngobras kali ini. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah titik lain seperti Pasar Legi dan kawasan BTC untuk dikembangkan menjadi ruang aktivitas kreatif sekaligus ruang bisnis anak muda.
“Saya kira nanti lokomotifnya semua anak muda. Bahkan ketika di Pasar Legi kemarin ketemu para pedagang saya bilang para pedagang mohon izin nanti teman-teman tetap bisa mengelola di lantai kreatif, tapi mohon izin yang mengelola jangan panjenengan-panjenengan tapi panjenengan atau ponakan-ponakan yang masih muda-muda itu supaya nanti nuansanya beda,” jelasnya.
Selain menyediakan ruang kreatif, pemerintah juga mulai menjalankan sejumlah program penguatan sumber daya manusia untuk generasi muda. Salah satunya melalui program beasiswa dan pendampingan bagi pelajar yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Mas Ibin menegaskan pemerintah kota juga berencana membentuk posko pendampingan bagi siswa yang akan mengikuti seleksi perguruan tinggi.
“Kami akan mengusahakan warga miskin semuanya sampai perguruan tinggi dan mendapatkan beasiswa itu semuanya,” ujarnya.
Mas Ibin menambahkan bahwa forum Ngobras akan terus digelar secara berkala dengan tema yang berbeda-beda dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Melalui forum dialog tersebut, pemerintah berharap ide dan gagasan masyarakat dapat menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Ngobrol-ngobrol begini penting karena walaupun dengan sederhana kita bisa mendapat gambaran utuh dari masyarakat tentang keinginannya itu apa,” kata Mas Ibin.
Menurutnya, berbagai ide yang muncul dari dialog langsung dengan masyarakat akan menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah, termasuk dalam agenda Musrenbang Kota Blitar yang akan digelar dalam waktu dekat. Pemerintah berharap dengan pendekatan tersebut, pembangunan kota benar-benar lahir dari aspirasi masyarakat.












