KafeBerita.com, Blitar – Romy Soekarno datang langsung ke Makam Bung Karno (MBK) pada malam hari dan melakukan ziarah ke pusara kakeknya, Sabtu (19/9/2026) malam.
Kehadiran Romy menjadi salah satu gambaran nyata pemanfaatan kebijakan Pemerintah Kota Blitar yang kini membuka MBK selama 24 jam.
Romy mengikuti Ziarah Akbar Rutinan Malam Ahad Kliwon bersama Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin, para kiai, tokoh masyarakat, dan jamaah.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, Romy kemudian berziarah langsung ke pusara Bung Karno. Ia juga melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Proklamator.
Makam Bung Karno sendiri mulai dibuka selama 24 jam oleh Pemkot Blitar sejak 15 Agustus 2026. Kebijakan tersebut memperluas waktu bagi masyarakat dan peziarah yang ingin datang pada malam hingga dini hari.
Bagi Romy, pembukaan MBK selama 24 jam memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk berziarah dan mendoakan Bung Karno.
“Luar biasa. Ini adalah satu kultur baru yang saya harap bisa membuat masyarakat Blitar maupun seluruh Indonesia yang menghargai jasa Bung Karno mempunyai waktu lebih banyak untuk berziarah dan mendoakan beliau, sehingga apa yang dicita-citakan beliau bisa kita jalankan,” kata Romy usai ziarah ke eyangnya Bung Karno, Sabtu (19/9/2026) malam.
Romy menilai akses ziarah yang lebih panjang dapat membuat masyarakat memiliki waktu lebih leluasa untuk datang ke makam Bung Karno.
Ia bahkan mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap diiringi pengawasan. Menurutnya, masyarakat yang datang harus benar-benar memanfaatkan MBK sebagai tempat berziarah dan mendoakan Bung Karno.
“Buka 24 jam, ide yang sangat bagus. Tapi jangan sampai nanti kalau pagi-pagi banyak yang tidur-tiduran. Ini Mas Wali mesti lihat. Orang yang datang ke makam memang benar-benar untuk mendoakan, bukan menjadikannya tempat istirahat,” ujarnya.
Kebijakan tersebut juga mulai terlihat dalam pola kunjungan ke MBK. Pada Agustus 2026, jumlah kunjungan mencapai 21.031 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.502 orang datang pada siang hari. Sementara 2.529 orang berkunjung pada malam hingga pagi hari.
Angka itu meningkat 157 persen dibandingkan periode Agustus 2025 yang mencatat 8.191 kunjungan. Data kunjungan tersebut juga menunjukkan mulai munculnya aktivitas peziarah pada malam hari.
Kunjungan masih berlanjut pada September. Dalam periode 1–15 September 2026, MBK mencatat 11.701 kunjungan.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 9.936 kunjungan. Kenaikannya mencapai 18 persen.
Menurut Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, peningkatan kunjungan tersebut juga berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Menurut data, kunjungannya terus naik. Dan saya yakin nanti efeknya ekonomi akan naik di siang hari ataupun di malam hari,” ujarnya.
Mas Ibin juga tidak hanya membuka akses MBK selama 24 jam. Pemkot Blitar mulai menghidupkan kegiatan rutin malam di kawasan tersebut, termasuk agenda Minggu Kliwon.
Rutinan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdoa sekaligus mengenang gagasan dan perjuangan Bung Karno. Romy turut hadir dalam agenda tersebut pada Sabtu malam.
Mas Ibin mengatakan momentum Minggu Kliwon memiliki makna tersendiri karena berkaitan dengan wafatnya Bung Karno.
Pemkot Blitar kemudian berupaya menghidupkan kembali tradisi tersebut agar masyarakat tidak sekadar datang untuk berziarah, tetapi juga mengenang pemikiran Sang Proklamator.
Dalam kesempatan tersebut, Romy juga menyinggung pentingnya meneruskan cita-cita Bung Karno.
“Cita-cita Bung Karno itu memang kewajiban saya sebagai cucu untuk menjalankan. Warisi apinya, bukan abunya. Kalau abu sudah menjadi abu. Api terus membara, kita harus terus bakar,” kata Romy.
Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan Bung Karno agar tetap relevan bagi generasi sekarang.
“Bangsa ini bangsa yang besar. Kita mempunyai semua resources, kita mempunyai nikel, emas, minyak. Kita harus maju, kita tidak boleh kalah dengan bangsa-bangsa yang lain,” tegasnya.
Kehadiran Romy pada malam hari sekaligus memperlihatkan bahwa kebijakan MBK buka 24 jam tidak hanya memberikan tambahan waktu kunjungan.
Akses tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk menyesuaikan waktu ziarah dengan perjalanan dan aktivitas mereka.
Bagi Pemkot Blitar, kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas akses ziarah sekaligus menghidupkan kawasan MBK pada malam hari.













