Pawai lampion menjadi bagian dari kirab pusaka simbol Pancasila yang rutin digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kota Blitar. Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana merawat ingatan kolektif bangsa terhadap lahirnya Pancasila.
“Acara pada malam hari ini kita gelar setiap tahunnya bukan sekadar rutinitas atau tontonan musiman, melainkan tuntunan, sebuah refleksi spiritual dan kultural untuk merawat ingatan kita akan dasar negara kita Pancasila yang digali dari bumi Nusantara oleh sang proklamator Bung Karno,” kata Mas Ibin dalam sambutannya.
Ia mengingatkan kembali sejarah lahirnya Pancasila yang disampaikan Bung Karno dalam sidang BPUPKI pada tahun 1945. Menurutnya, lima dasar negara yang dirumuskan saat itu hingga kini tetap menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Mas Ibin menjelaskan kirab pusaka yang dimulai dari Istana Gebang memiliki makna simbolis yang mendalam. Prosesi tersebut menggambarkan estafet semangat perjuangan dan kepemimpinan dari generasi pendahulu kepada generasi masa kini dan masa depan.
“Prosesi ini membawa pesan simbolis yang sangat mendalam. Ini merupakan perpindahan semangat estafet kepemimpinan dan komitmen kita untuk terus membawa nilai-nilai luhur Pancasila dari masa lalu menuju masa kini dan menyongsong masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, lampion yang dibawa para peserta kirab melambangkan peran Pancasila sebagai cahaya penerang bagi kehidupan masyarakat Indonesia.
“Lentera-lentera yang dibawa peserta merupakan simbol bahwa Pancasila harus tetap menjadi suluh, menjadi penerang di tengah kegelapan dan menjadi penuntun arah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ibin juga menegaskan bahwa meskipun Kota Blitar memiliki wilayah yang relatif kecil, daerah ini memiliki tanggung jawab besar sebagai tanah kelahiran pemikiran Bung Karno dan pusat lahirnya nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan kepada Indonesia.
“Dalam kota Blitar boleh saja dianggap kota yang kecil secara geografis, namun dari kota inilah api nasionalisme dan Pancasila terus kita gaungkan ke seluruh penjuru negeri sebagai Bumi Bung Karno,” katanya.
Karena itu, menurutnya, masyarakat Kota Blitar memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga, membumikan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembangunan daerah.
Mas Ibin menilai kirab pusaka dan pawai lampion menjadi bukti bahwa masyarakat Kota Blitar tetap memegang teguh semangat nasionalisme, kebudayaan, persatuan, dan kerukunan yang menjadi fondasi kehidupan sosial.
“Melalui kirab dan pawai lentera ini kita tunjukkan bahwa masyarakat Kota Blitar adalah masyarakat yang berjiwa nasionalis, berbudaya, rukun dan kokoh dalam persatuan,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial penting untuk mewujudkan Kota Blitar yang maju, sehat, sejahtera, dan mampu berkembang sebagai kota masa depan tanpa meninggalkan akar sejarahnya.
Pada akhir sambutannya, Mas Ibin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari panitia, seniman, budayawan, pelajar, hingga unsur TNI dan Polri yang turut menjaga kelancaran acara.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus merawat tradisi peringatan Hari Lahir Pancasila agar generasi muda tidak melupakan perjuangan para pendiri bangsa.
“Tradisi seperti ini harus terus kita jaga dan rawat sehingga generasi penerus selalu mengingat perjuangan kemerdekaan dan jasa Bung Karno, Bung Hatta serta para perumus Pancasila yang telah menyiapkan dasar-dasar negara ini,” pungkasnya.

Kemeriahan kirab terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Ribuan warga memadati kawasan Istana Gebang, Jalan Merdeka hingga Kantor Wali Kota Blitar untuk menyaksikan langsung rangkaian Kirab Pancasila dan Pawai Lentera dalam rangka Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno. Tepat pukul 19.00 WIB, prosesi Bedol Pusaka menjadi pembuka kegiatan sebelum dilanjutkan iring-iringan pawai lentera yang diikuti 30 kelompok peserta mulai dari pelajar SMP dan berbagai instansi dinas.
Berbagai atraksi, kostum tematik serta lampion berbentuk Garuda menghiasi sepanjang perjalanan dari Istana Gebang menuju Kantor Wali Kota Blitar. Macapatan semalam suntuk juga digelar di kantor Walikota Blitar setelah pusaka Pancasila tiba, menciptakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir untuk menikmati sajian budaya.












