KafeBerita.com, Blitar – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memperkuat konsolidasi internal organisasi dengan menggelar sosialisasi bagi badan dan sayap partai pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono tersebut dihadiri perwakilan berbagai badan dan organisasi sayap partai.
Sejumlah badan dan sayap partai yang hadir antara lain Badan Kebudayaan Nasional (BKN), Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), Bappilu, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Banteng Muda Indonesia (BMI), Taruna Merah Putih (TMP), Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) hingga elemen organisasi lainnya yang selama ini menjadi bagian dari struktur organisasi partai.
Kegiatan sosialisasi tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, di antaranya Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Argo Wahyu Jati Kusumo, Wakabid Ideologi dan Kaderisasi Taufich, Wakabid BUMN Investasi Koperasi dan UMKM Endik Susilo, Wakabid Keagamaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Lina Ardian Tri Yuniati, Wakabid Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Retno Puji Astutik, Wakabid Hukum dan Advokasi Nanang Widi Wahyono, Wakabid Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sonya Setia Negara serta Wasekbid Internal Andry Suprapto.
Guntur Wahono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antarorganisasi di lingkungan PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Ia menilai selama ini badan dan sayap partai masih jarang dilibatkan dalam komunikasi dan koordinasi internal sehingga perlu dilakukan penataan organisasi yang lebih aktif.
“Kita mengundang teman-teman badan dan sayap partai karena selama ini mereka jarang diajak koordinasi oleh cabang partai. Di era kepemimpinan kami yang baru ini mereka harus sinergi dan menyatu serta melaksanakan tugas-tugas kepartaian sesuai tanggung jawabnya,” ujar Guntur.
Ia menyebut terdapat sembilan badan dan sayap partai yang saat ini aktif di lingkungan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Namun sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang baru, ke depan kemungkinan akan dilakukan perampingan struktur organisasi.
“Ada sembilan badan dan sayap, tetapi nanti sesuai AD-ART yang baru ini kemungkinan akan ada perampingan. Untuk kebijakan teknisnya kita menunggu arahan dari DPD partai,” katanya.
Organisasi Diminta Aktif Membela Kepentingan Rakyat
Dalam arahannya, Guntur menegaskan bahwa badan dan sayap partai tidak boleh hanya menjadi organisasi formal tanpa aktivitas nyata di lapangan. Menurutnya, setiap organisasi harus berperan aktif dalam menjaga kehormatan partai sekaligus merespons persoalan masyarakat.
“Setelah dibentuk tidak boleh diam. Mereka harus melakukan aktivitas di lapangan terutama menjaga kehormatan dan kewibawaan partai,” tegasnya.
Ia juga meminta badan dan sayap partai agar tidak menutup mata terhadap persoalan masyarakat di sekitarnya. Jika menemukan persoalan di lapangan, organisasi diminta segera berkomunikasi dengan DPC partai agar dapat diambil langkah strategis untuk membantu masyarakat.
“Jangan sampai persoalan masyarakat mereka tahu tapi diam. Kalau ada kesulitan harus disampaikan kepada DPC sehingga kita bisa mengambil langkah-langkah strategis,” ujarnya.
Menurut Guntur, penataan organisasi menjadi langkah penting agar seluruh program partai dapat berjalan efektif. Ia menilai banyak organisasi yang setelah dibentuk tidak memiliki tindak lanjut program sehingga tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Penataan organisasi ini penting karena bagaimana kegiatan bisa berjalan baik kalau organisasi tidak mapan,” katanya.

Selain Guntur Wahono, kegiatan tersebut juga menghadirkan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Daniel Rohi yang memberikan pengarahan terkait peran strategis badan dan sayap partai dalam menjangkau masyarakat.
Daniel Rohi menjelaskan bahwa organisasi sayap partai berfungsi sebagai perpanjangan tangan partai untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat sesuai bidangnya masing-masing.
“Sayap partai ini berfungsi menjangkau kelompok-kelompok masyarakat. Misalnya untuk buruh melalui Repdem, untuk pemuda melalui Taruna Merah Putih, atau untuk umat muslim melalui Baitul Muslimin Indonesia,” jelas Daniel.
Ia menambahkan bahwa keberadaan badan partai berbeda dengan sayap partai. Badan partai merupakan organ yang melekat langsung pada struktur DPC dan berfungsi memperkuat konsolidasi organisasi.
“Kalau badan itu organ yang ada di DPC untuk konsolidasi internal. Sedangkan sayap partai lebih fleksibel menjangkau kelompok masyarakat di luar struktur,” ujarnya.
Menurut Daniel, agar organisasi partai berjalan efektif maka setiap badan dan sayap partai harus memiliki struktur yang lengkap serta program kerja yang jelas sesuai kebutuhan masyarakat.
“Organisasi harus dibangun, kepengurusan dilengkapi, program disusun, dan mereka mengeksekusi program sesuai kebutuhan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran mereka,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan khusus kepada pemilih muda yang dinilai menjadi segmen strategis dalam politik masa depan.
“Pemilih pemuda harus didekati secara serius. Karena itu organisasi seperti Banteng Muda Indonesia dan Taruna Merah Putih menjadi sangat signifikan,” ujarnya.
Melalui konsolidasi ini, Era kepemimpinan baru DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar 2025-2030 berharap seluruh badan dan sayap partai dapat bergerak lebih aktif di tengah masyarakat sekaligus memperkuat peran partai dalam merespons berbagai persoalan rakyat.













