KafeBerita.com, Blitar – Kepedulian Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin terhadap perkembangan olahraga tidak berhenti pada pernyataan. Sepanjang 2026, Pemerintah Kota Blitar mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar untuk memberikan penghargaan kepada atlet dan pelatih yang menorehkan prestasi dalam berbagai ajang olahraga.
Total penghargaan tersebut mencapai Rp1.042.187.500 yang diberikan kepada 91 atlet dan 19 pelatih dari ajang Porprov IX 2025, Fornas VIII, serta Peparperda. Bagi Mas Ibin, dukungan kepada insan olahraga harus bermuara pada pembinaan dan peningkatan prestasi.

“Pemerintah akan melakukan fasilitasi penuh terhadap kemajuan olahraga di Kota Blitar, termasuk KONI. Jadi kami Pemerintah Kota Blitar, di tengah keterbatasan anggaran, betul-betul bagaimana caranya membina atlet ini dengan baik,” kata Mas Ibin saat berbincang santai dengan awak media di Pasar Wage, Selasa (8/9/2026).
Porsi terbesar penghargaan diberikan kepada kontingen Porprov IX 2025 sebesar Rp946,975 juta untuk 80 atlet dan 17 pelatih. Sementara penghargaan untuk peraih prestasi pada Fornas VIII mencapai Rp51,25 juta dan Peparperda sebesar Rp39,062 juta.
“Termasuk kemarin atlet Porprov mendapatkan bonus langsung. Itu langsung kepada atlet dan pelatih,” ujar Mas Ibin.
Dukungan terhadap olahraga juga terlihat dari alokasi hibah untuk KONI Kota Blitar dalam tiga tahun terakhir. Pemkot mengalokasikan Rp3,75 miliar pada 2024, meningkat menjadi Rp4,25 miliar pada 2025, dan sebesar Rp2,8 miliar pada 2026.
Anggaran Olahraga Berujung pada Prestasi
Mas Ibin menegaskan seluruh dukungan tersebut diarahkan agar pembinaan olahraga semakin baik dan mampu melahirkan prestasi. Pemerintah juga terus memperluas dukungan tidak hanya bagi atlet kompetisi, tetapi juga masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Kami sekarang memfasilitasi seluruh fasilitas olahraga, lapangan-lapangan, jogging track, semuanya. Bahkan kita ada CFD. Semuanya dalam rangka perbaikan olahraga, terutama olahraga yang terkait dengan masyarakat luas,” katanya.
Menurutnya, pemerintah terbuka terhadap berbagai potensi olahraga yang dapat mengangkat nama Kota Blitar. Fasilitasi diberikan sepanjang memiliki tujuan yang jelas untuk mendorong kemajuan olahraga dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Semua potensi yang memang dalam rangka untuk memajukan olahraga, kami siap,” tegasnya.
Catatan prestasi Kota Blitar dalam tiga gelaran Porprov terakhir juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Pada Porprov VII 2022, Kota Blitar meraih 45 medali, terdiri atas delapan emas, 13 perak, dan 24 perunggu, serta menempati peringkat ke-20.
Perolehan tersebut meningkat pada Porprov VIII 2023 menjadi 75 medali, dengan 12 emas, 17 perak, dan 26 perunggu. Peringkat Kota Blitar juga naik ke posisi ke-18.
Sementara pada Porprov IX 2025, Kota Blitar membawa pulang 27 medali, terdiri atas delapan emas, tiga perak, dan 16 perunggu, serta berada di peringkat ke-28. Hasil tersebut menjadi evaluasi agar pembinaan ke depan semakin terarah dan efektif.
Dukungan KONI Tetap Berjalan, Tata Kelola Dijaga
Di tengah dinamika kepengurusan KONI Kota Blitar, Mas Ibin memastikan pemerintah tidak menghentikan dukungan terhadap pembinaan olahraga. Menurutnya, anggaran hibah KONI tahun 2026 sebesar Rp2,8 miliar telah tersedia, tetapi penyalurannya harus mengikuti ketentuan dan memastikan legalitas serta pertanggungjawabannya jelas.
“Saya kira siapa pun pejabat tidak mungkin berani kasih duit Rp2,8 miliar dalam tiga minggu, dia harus selesai dan harus laporan. Itu mesti SOP-nya tidak sedemikian itu kalau di pemerintah,” ujarnya.
Mas Ibin menjelaskan pemerintah menerima dokumen penunjukan Elim Tyu Samba sebagai Plt Ketua KONI Kota Blitar. Berdasarkan dokumen tersebut, masa tugas berlaku mulai 1 September hingga 1 Oktober 2026 dengan mandat menjalankan kegiatan KONI sekaligus mempersiapkan musyawarah untuk menentukan kepemimpinan organisasi berikutnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memastikan mekanisme penyaluran hibah berjalan sesuai aturan.
“Duitnya juga ada. Nanti kalau legal form-nya sudah selesai mesti diberikan semua. Silakan gunakan dengan baik-baik. Bahkan kalau kurang, pemerintah siap mencarikan kekurangan,” kata Mas Ibin.
Ia menegaskan kehati-hatian tersebut bukan bentuk penghambatan terhadap olahraga, melainkan bagian dari kewajiban pemerintah dalam mengelola uang publik secara akuntabel.
“Karena tata kelola pemerintah itu prosedural. Sudah ada mekanisme yang jelas, sudah ada peraturan yang jelas. Kalau legalitasnya semua oke, sudah prosedur, tidak ada masalah,” tegasnya.
Mas Ibin dalam dukung olahraga juga membuka ruang komunikasi untuk menyelesaikan dinamika yang terjadi di lingkungan KONI. Ia berharap persoalan dapat dibahas melalui komunikasi kelembagaan sehingga seluruh energi kembali diarahkan pada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga Kota Blitar.
“Kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan, maka bertemulah. Bertemu bisa formal, bisa nonformal. Formal bersurat. Nonformal kemudian datang, ngopi-ngopi, bicara-bicara,” katanya.
Dengan dukungan penghargaan bagi atlet dan pelatih, alokasi hibah KONI, serta pembangunan fasilitas olahraga masyarakat, Pemerintah Kota Blitar menegaskan bahwa olahraga tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Mas Ibin berharap seluruh pihak dapat memahami mekanisme dan bekerja bersama agar dukungan pemerintah benar-benar bermuara pada prestasi atlet sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk hidup aktif dan sehat.













