KafeBerita.com, Blitar – Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin memaparkan capaian pemerintahan sekaligus arah pembangunan ke depan. Ia menilai, dalam kurun satu tahun, sejumlah program baru berhasil dihadirkan dan pelayanan publik menunjukkan percepatan signifikan.
Mas Ibin menyebut pada awal pemerintahannya ada sejumlah layanan yang sebelumnya belum tersedia kini sudah berjalan. Pemerintah Kota Blitar menghadirkan mobil jenazah untuk tiga kecamatan. Program hantaran pernikahan juga diluncurkan, berupa fasilitas mobil pengantin hingga paket menginap di hotel bagi pasangan pengantin baru.
Selain itu, pemerintah menggerakkan program peningkatan kesehatan dan ekonomi masyarakat melalui Car Free Day. Ia juga menekankan pembenahan tata kelola pemerintahan agar lebih transparan dan profesional dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.
Di sektor kesehatan, ia menyoroti perbaikan layanan di RSUD Mardi Waluyo. “Salah satunya adalah yang kemarin disampaikan ke saya yang melakukan antrian online dari di awal bulan Juni itu 20%, sekarang sudah 90%, jadi sudah 90% masyarakat daftar online dalam antrian Rumah Sakit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem layanan kini menyesuaikan antara proses berobat, pengambilan obat, dan kecepatan pelayanan. Pasien tidak lagi harus mengantre panjang untuk mendapatkan obat setelah pemeriksaan. Pemerintah juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar pelayanan menjadi lebih cepat dan responsif.
Di ruang publik, Pemkot memodifikasi perpustakaan dengan menghadirkan kafe literasi agar lebih hidup dan nyaman. Ia mengamati, suasana kota kini lebih ramai pada sore hingga malam hari. Aktivitas ekonomi meningkat dan masyarakat merasa lebih aman serta tertib.
Namun, Mas Ibin menegaskan bahwa kemajuan fisik harus diimbangi dengan pembenahan regulasi.
Dorong Revisi Perda untuk Investasi dan Parkir Terintegrasi
Ia menyampaikan bahwa Perda RTRW telah disahkan dan kini memungkinkan pembangunan hingga 20 lantai. Regulasi ini dinilai membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan kota secara vertikal.
Meski demikian, ia mencatat sejumlah perda perlu direvisi. Salah satunya Perda Pajak dan Retribusi untuk melakukan rekalibrasi tarif, termasuk normalisasi tarif parkir saat event. “Kita menginginkan tarifnya nanti kembali normal ya, tidak ada tarif event. Jadi tarifnya menjadi tarif normal sehingga tidak membebani masyarakat itu harapan kami normalnya yaitu di 2000 motor dan 3000 mobil,” jelasnya.
Ia juga menargetkan sistem parkir terintegrasi berbasis e-money. Namun, ia mengakui masih ada hambatan aturan karena definisi parkir umum pemerintah dalam perda saat ini terbatas pada titik tertentu.
Selain itu, Perda terkait pasar modern juga perlu disesuaikan karena masih membatasi brand asing. Ia menyebut aturan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Cipta Kerja. Pemerintah telah mendorong DPRD agar segera memprioritaskan pembahasan revisi perda tersebut.
Untuk 2026, Mas Ibin menyampaikan sejumlah program strategis. Kota Blitar mendapat program sekolah rakyat dari pemerintah pusat. Program makan siang bergizi juga telah berjalan sekitar 70 hingga 80 persen.
Di sektor pariwisata, pemerintah merencanakan pembangunan wisata buatan di Joko Pangon, revitalisasi Sumber Udel, serta pengadaan bus dan mobil wisata agar destinasi terintegrasi. Ia juga berharap pendanaan pembangunan Museum PETA bisa kembali diperjuangkan setelah perubahan kebijakan pusat.
Di bidang olahraga, Pemkot merencanakan revitalisasi Sirkuit Sentul menjadi Sirkuit Bung Karno. Ia menilai fasilitas tersebut dapat menekan balap liar sekaligus membuka potensi pendapatan asli daerah melalui event balap resmi.
Pemerintah juga merintis pembangunan BTC untuk mendorong perdagangan antar daerah hingga ekspor. Sejumlah pasar akan direnovasi dan didesain ulang agar lebih optimal sebagai pusat perdagangan dan kreativitas.
Mas Ibin mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama penanganan genangan dan banjir di beberapa titik seperti sekitar Sumber Udel, Koplaan, Bendo, Plosokerep, Rembang, dan perumahan Karangsari. Penanganan sampah juga menjadi perhatian melalui rencana revitalisasi TPS dan pengadaan mesin incinerator jika regulasi memungkinkan.
Di akhir paparannya, Mas Ibin menyampaikan apresiasi kepada jajaran OPD dan ASN Pemkot Blitar atas berbagai penghargaan nasional yang diraih, termasuk penghargaan lingkungan hidup seperti Adipura. Ia menyebut Kota Blitar termasuk sekitar 30 daerah yang meraih penghargaan tersebut.
Ia juga menyebut dirinya diundang kementerian untuk menerima penghargaan lain. “Tentunya selain mengucapkan syukur dan terima kasih kepada seluruh kepala OPD dan jajarannya, saya juga mengingatkan untuk kita terus berprestasi, terus berbenah, terus belajar supaya ke depan pemerintahan ini lebih baik lagi,” tuturnya.
Satu tahun pemerintahan Mas Ibin menunjukkan kombinasi program sosial, reformasi regulasi, percepatan layanan publik, serta visi pembangunan jangka menengah. Tantangan masih ada, namun arah kebijakan telah digariskan untuk membawa Kota Blitar menuju kota masa depan.







