KafeBerita.com, Blitar – Puluhan ribu warga memadati kawasan Jalan Merdeka hingga Alun-Alun Kota Blitar, Minggu pagi (19/4/2026). Ruas jalan utama berubah menjadi lautan manusia dalam gelaran Car Free Day (CFD) spesial peringatan Hari Jadi ke-120 Kota Blitar.
Sejak pagi, arus warga terus berdatangan. Mereka datang bersama keluarga, komunitas olahraga, pelajar, hingga pelaku UMKM. Kepadatan terlihat hampir di seluruh titik, mulai dari area senam massal hingga deretan stan usaha yang diserbu pengunjung.
Panitia mencatat sedikitnya 15 ribu peserta mengikuti jalan sehat secara resmi. Namun di luar itu, ribuan warga lain turut hadir tanpa kupon, sehingga total kehadiran diperkirakan menembus sekitar 20 ribu orang.
Tingginya partisipasi ini menjadikan CFD edisi ulang tahun kota sebagai salah satu kegiatan publik terbesar sepanjang tahun. Selain olahraga bersama, warga juga mengikuti berbagai lomba tradisional dan hiburan rakyat yang digelar di sepanjang jalur CFD.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin menyebut kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang aktivitas fisik, tetapi juga memperkuat interaksi sosial masyarakat.
“CFD bukan sekadar olahraga, tapi juga mempererat silaturahmi warga,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dalam merayakan hari jadi kota. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak langsung pada pergerakan ekonomi warga.
“Setelah olahraga, masyarakat juga belanja di UMKM. Jadi kesehatan dapat, ekonomi juga bergerak,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah kota juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong kampanye hemat energi. Salah satu simbol yang ditampilkan adalah pembagian sepeda kepada masyarakat sebagai ajakan menggunakan transportasi ramah lingkungan.
Mas Ibin menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam penggunaan energi.
“Kita ingin mulai membiasakan penggunaan transportasi yang lebih hemat energi,” jelasnya.
Selain dipadati aktivitas olahraga dan ekonomi, suasana semakin semarak dengan lomba tradisional seperti balap karung, estafet, hingga permainan kelompok. Wali kota juga terlihat turun langsung mengikuti lomba bersama warga, menambah antusiasme peserta.
Kegiatan besar ini, menurut pemerintah kota, tetap dijalankan dengan prinsip efisiensi anggaran. Pelaksanaan acara dilakukan tanpa membebani keuangan daerah, namun tetap mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-120 Kota Blitar masih akan berlanjut hingga awal Mei 2026. Pemerintah kota menyiapkan agenda lanjutan berupa parade budaya dan resepsi puncak yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.












