KafeBerita.com, Blitar – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin membuka ruang bagi pedagang untuk menyampaikan gagasan pengembangan lantai dua Pasar Legi. Area tersebut diarahkan menjadi ruang kreatif dengan beragam fungsi agar mampu menarik minat masyarakat untuk kembali berkunjung.
Pembahasan berlangsung di Pasar Wage, Senin malam (26/10/2026). Mas Ibin didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, saat mendengarkan masukan perwakilan pedagang.
Dalam pertemuan tersebut, muncul sejumlah usulan agar lantai dua Pasar Legi tidak hanya menjadi area perdagangan konvensional. Pedagang mengusulkan pengembangan ruang kreatif, fasilitas olahraga, kedai kopi, pusat oleh-oleh, hingga tempat hiburan.
Mas Ibin mengatakan, berbagai masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar. Pemerintah ingin pengembangan Pasar Legi memiliki daya tarik lebih luas sekaligus membuka peluang bagi pedagang untuk meningkatkan kegiatan usahanya.
“Tentunya ini salah satu masukan dari masyarakat, di mana agar Pasar Legi di lantai dua ini bisa kembali bergeliat. Termasuk ada juga yang menyarankan dibangun tempat hiburan,” kata Mas Ibin.
Penjaringan aspirasi itu juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mendengar pengalaman pedagang selama proses pembangunan dan penataan Pasar Legi sejak 2023. Para pedagang turut menyampaikan kondisi usaha, termasuk penurunan omzet setelah pandemi COVID-19 dan kebakaran.
Mas Ibin berharap konsep yang dikembangkan nantinya dapat menjadikan Pasar Legi sebagai tempat yang lebih menarik bagi masyarakat. Dengan begitu, pasar tidak hanya berfungsi sebagai lokasi transaksi jual beli, tetapi juga dapat menampung aktivitas lain sesuai kebutuhan pengunjung.
Sementara itu, Parminto menjelaskan progres pembangunan dan penataan ulang lantai dua Pasar Legi telah mencapai 75 persen. Berdasarkan hasil peninjauan, masih terdapat beberapa pekerjaan yang perlu disesuaikan melalui adendum atas arahan wali kota.
Pembenahan tersebut meliputi pembongkaran kaca pada tiga sisi pintu masuk lantai dua untuk memperbaiki sirkulasi udara. Pekerjaan lain mencakup pembersihan besi dan pipa yang masih menggantung di langit-langit serta perataan lantai bekas kios.
“Makanya kemarin yang perlu didahulukan di adendum itu membongkar kaca, sama menata lantainya bekas kios itu bisa diratakan meskipun belum bisa semuanya,” ujar Parminto.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Legi, Suhani, mengapresiasi revitalisasi yang dilakukan Pemkot Blitar. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan keberlangsungan pedagang lama, terutama mereka yang masih aktif berjualan dan bersedia beradaptasi dengan konsep baru.
Pengembangan lantai dua Pasar Legi kini diarahkan untuk memadukan penataan fasilitas dan aspirasi pelaku usaha. Pemkot Blitar berharap konsep yang dibahas dapat meningkatkan daya tarik pasar, membuka peluang aktivitas ekonomi baru, dan tetap memberi ruang bagi pedagang lama untuk berkembang.








